Ibadah—menyerahkan diri kepada Tuhan
Untuk menyembah Tuhan dalam arti yang sepenuhnya, dibutuhkan dua hal.
Pertama, pemahaman bahwa kasih Tuhan terhadap Anda tidak bergantung pada kasih Anda terhadap-Nya. Saat Anda menerima Kristus sebagai Juruselamat Anda, Tuhan menerima Anda dan juga mengenakan Anda dengan kebenaran Kristus; oleh karena itu, Anda selalu layak untuk mendekati-Nya.
Kedua, pemahaman bahwa kasih Tuhan terhadap Anda bukanlah masalah pikiran, tetapi harus diterima dengan hati Anda dan ditanggapi melalui emosi Anda. Dalam tindakan penyembahan, Anda memberikan diri Anda tanpa syarat dan menyerahkan diri Anda kepada-Nya. ‘Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.’ (Ibr 10:2)
Bila Anda percaya bahwa darah Yesus telah membersihkan Anda dari segala dosa—masa lalu, sekarang, dan masa depan—Anda menjadi penyembah yang berpegang dengan kasih-Nya. Kebiasaan-kebiasaan yang keras kepala dipatahkan saat Anda mengalihkan pandangan dari diri sendiri dan ikut pada Kristus. Paulus menulis, ‘Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.’ (Ef 5:18–19) Ingatlah kata ‘ bagi Tuhan dengan segenap hati’.
Daud menulis, ‘Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!’ (Maz 34:9) Perhatikan kata ‘kecaplah’. Anda bayangkan menikmati setiap rasa. Kebenaran kasih Tuhan bagi Anda tidak boleh hanya tersimpan dalam pikiran Anda; tetapi harus dialami dalam hati Anda. Ketika itu terjadi, Anda benar-benar menyembah Tuhan.