Anda diperintahkan untuk mencintai
Cinta bukanlah emosi, karena Anda tidak dapat memaksakan seseorang untuk merasakan sesuatu. Mencintai seseorang adalah pilihan yang terwujud dalam sikap dan tindakan Anda terhadap orang tersebut. Yesus mengatakan, ‘Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.’ (Yoh 13:34–35) Yesus menyebutnya perintah baru. Apa yang baru tentang hal ini? Perkataan ini: ‘… sama seperti Aku telah mengasihi kamu.’
Anda dapat mengasihi orang lain dengan kasih-Nya karena Kristus hidup di dalam mu. Yesus selalu mengutamakan murid-murid-Nya, dan mengajar mereka dengan sabar. Ia tidak mengutamakan yang nomor satu sama lainnya. Anda berkata, ‘Tetapi bagaimana saya dapat mengasihi seseorang yang bahkan tidak saya sukai?’ Jawaban Yesus, ‘sama seperti Aku telah mengasihi kamu.’
CS Lewis bercerita tentang bagaimana ia memandang kesalahan orang lain secara berbeda: ‘Ada seseorang yang saya kasihi, meskipun saya tidak menyetujui apa yang ia lakukan. Ada seseorang yang saya terima, meskipun beberapa pikiran dan tindakannya membuat saya muak. Ada seseorang yang saya maafkan, meskipun ia menyakiti orang-orang yang paling saya kasihi. Orang itu adalah saya... Jika saya dapat mengasihi diri saya sendiri tanpa menyetujui semua yang saya lakukan, saya juga dapat mengasihi orang lain tanpa menyetujui semua yang mereka lakukan.’ Dan apa yang Yesus perintahkan untuk Anda lakukan, Ia memberi Anda kuasa untuk melakukannya: ‘Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.’ (Roma 5:5)