Jangan memberikan tempat bagi kesombongan
Sebelum pertarungannya dengan Joe Frazier pada tahun 1971, petinju Amerika Muhammad Ali berkata: ‘Tidak ada seorang pun yang masih hidup yang dapat mengalahkan saya. Saya yang terhebat! Saya raja! Saya seharusnya menjadi perangko—hanya dengan begitu saya akan dikalahkan!’
Apa yang terjadi dalam pertarungan itu? Yang mengejutkan semua orang, terutama dirinya sendiri, Ali kalah dari Frazier. Ketika kepercayaan diri terhadap kemampuan dan sumber daya Anda sendiri berubah menjadi kesombongan, Anda sedang mencari masalah. Alkitab berkata, ‘Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.’ (Amsal 16:18) Jadi, bagaimana Anda menemukan keseimbangan? Dengan mengingat bahwa setiap karunia, kemampuan, bakat, dan sumber daya yang Anda miliki berasal dari Tuhan. Keyakinan diri sangat penting untuk mencapai kesuksesan. Tidak ada yang salah dengan mengakui karunia yang telah Tuhan berikan kepada Anda. Namun, perbedaan antara keyakinan diri dan keyakinan Kristus terletak pada siapa yang memperoleh pujian tersebut.
Cara yang baik untuk menjaga pemikiran ini dalam kehidupan Anda adalah dengan mempraktikkan seni bersyukur setiap hari. Sulit untuk terlalu percaya diri ketika Anda mengakui bahwa Anda bukanlah apa-apa tanpa kasih karunia Tuhan, yang merupakan kebaikan-Nya, tidak diperoleh dengan usaha, dan tidak layak diterima. Alkitab berkata: ‘Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.’ (1 Petrus 5:5–6)