Kemana perginya doa kita?
Pernahkah Anda bertanya-tanya ke mana arah doa Anda? Jawabannya adalah 'dipersembahkan sebagai persembahan peringatan di hadapan Tuhan'. Perhatikan bahwa mereka berada 'di hadapan' Dia. Semua itu ada dalam tangan-Nya dan dalam pikiran-Nya. Di sini ketika Kornelius berdoa, Tuhan tidak hanya mengubah keadaannya, Dia juga mengubah sejarah; untuk pertama kalinya, orang-orang bukan Yahudi mendengar Injil dan menjadi bagian dari Kerajaan Allah. Berapa lama Kornelius berdoa? Kita tidak tahu; Alkitab hanya menyebutnya ‘Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.’ (Kisah Para Rasul 10: 2)
Doa bukanlah saluran telpon khusus yang digunakan Kornelius ketika dia mendapat masalah atau mempunyai masalah yang tidak dapat dia selesaikan. Dia 'selalu berdoa kepada Tuhan'. Dia memiliki gaya hidup berdoa. Kata 'peringatan' berarti Tuhan mengingat apa yang Anda doakan. Doa itu seperti memasukkan uang ke rekening bank Anda. Anda mungkin tidak memanfaatkannya hari ini atau besok, tapi itu akan ada saat Anda membutuhkannya.
Jangan terjebak dalam ritual keagamaan. Anda dapat berdoa di mana saja, kapan saja, tentang apa saja, dan Tuhan akan menjawab Anda. ‘Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku.’ (Mazmur 55:17) Saat Anda kehabisan makanan, Anda tidak bisa menyalahkan panci masaknya. Anda memusatkan hal-hal lain ketika Anda perlu mendapatkan makanan. Doa membuat Anda sadar akan Tuhan, membuat Anda tetap terhubung dengan Tuhan, dan memposisikan Anda untuk menerima apa yang Anda butuhkan dari Tuhan. Jadi, teruslah berdoa karena doa Anda 'diangkat sebagai persembahan peringatan di hadapan Tuhan'.