Belajarlah mendengarkan pasangan nikah Anda
Tuhan merancang pasangan nikah Anda untuk memenuhi kebutuhan fisik Anda, kebutuhan emosional Anda, dan ya, bahkan beberapa kebutuhan rohani Anda. Adam menikmati kesehatan yang sempurna, bekerja pada pekerjaan yang sempurna, dan hidup dalam lingkungan yang sempurna. Dia bahkan berjalan-jalan dengan Tuhan setiap hari. Namun demikian, dia tidak lengkap. Jadi, ‘TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18) Perhatikan kata 'penolong'. Tuhan ingin pasangan Anda membantu Anda bertumbuh dan memenuhi takdir Anda. Ada ikatan fisik, emosional, dan rohani yang intim di antara Anda. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang akan mengenal Anda lebih baik daripada pasangan yang diberikan Tuhan kepada Anda. Dia harus menjadi teman terdekat, konselor, dan orang kepercayaan Anda.
Itu memerlukan komunikasi! Dan komunikasi yang baik didasarkan pada mengajukan pertanyaan yang tepat dan mendengarkan jawabannya dengan cermat. Ini memerlukan mematikan laptop dan ponsel Anda. Artinya bertanya, 'Bagaimana kabar Anda hari ini?' lalu mendengarkan cukup waktu hingga emosi tersembunyi muncul ke permukaan. Dengarkan sampai Anda memahami kekhawatiran, perasaan, ketakutan, harapan, dan impian pasangan Anda. Dengarkan baik-baik sehingga Anda dapat menilai kebutuhannya yang sebenarnya—kebutuhan yang paling siap untuk Anda penuhi.
Pertanyaan Anda mengungkapkan tingkat kepedulian Anda, dan jawaban yang Anda dapatkan dapat menjadi landasan bagi pernikahan yang langgeng dan bahagia. Itulah tepatnya yang ada dalam pikiran Tuhan ketika Dia berkata, ‘Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.’ (Kejadian 2:24)