Ketika Anda sedang mengalami masalah (2)
Berikut dua hal lagi yang dipahami Yusuf yang perlu Anda pahami juga:
(1) Anda tidak boleh menyerah pada rasa mengasihani diri sendiri. Mungkin saat ini Anda sedang menjalani persidangan dan Anda adalah pihak yang tidak bersalah—korban dari situasi yang tidak Anda sebabkan. Perhatikan reaksi Yusuf ketika dia berada dalam posisi serupa. Hal pertama yang tidak ia lakukan adalah mengasihani diri sendiri. Mengapa? Karena itu merupakan penyumbang utama depresi. Seringkali ketika kita mengalami masalah yang serius dan harga diri kita sudah berada pada titik terendah, kita mulai menyalahkan diri sendiri dan merendahkan diri sendiri. Yusuf tidak melakukan itu. Dia memahami bahwa krisis yang dialaminya bukan disebabkan oleh dirinya sendiri, dan dia mencoba melihatnya secara realistis. Saat Anda berada dalam badai dan membiarkan perahu Anda berbelok ke samping, badai itu akan membuat Anda terbalik. Demikian pula, ketika badai datang dalam hidup Anda, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan memercayai Tuhan dan menghadapinya secara langsung, seperti yang dilakukan Yusuf.
(2) Jangan pernah mengambil keputusan besar ketika sedang depresi. Sering kali saat kita putus asa, kita tergoda untuk mengatakan, 'Saya akan menyerah,' atau 'Saya akan berganti pekerjaan,' atau 'Saya akan pindah,' atau 'Saya akan mengajukan gugatan cerai.' Saat Anda putus asa, perasaan Anda tidak dapat diandalkan, fokus Anda menjadi kabur, dan Anda kehilangan cara pandang dalam melakukan penilaian yang baik. Jadi apa yang harus Anda lakukan? Percayalah pada Tuhan untuk membawa Anda melewatinya! Katakanlah dengan pemazmur, ‘Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu... Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?’ (Mazmur 56:4-5)