Katakan yang sebenarnya
Apakah Anda berada dalam situasi di mana berbohong tampaknya menjadi satu-satunya solusi yang tepat? Kecuali jika Anda ingin menciptakan masalah dengan Tuhan! ‘Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.’ (Amsal 12:22) Ketika Anda berbohong, Anda menyakiti Tuhan, orang lain, dan diri Anda sendiri. ‘Pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.’ (Amsal 11:3) Berbohong selalu mempunyai akibat karena:
(1) Tuhan mendengar Anda. Saat Anda memutuskan untuk berdoa, hal terakhir yang ingin Anda diskusikan dengan Tuhan; yaitu, ketidakjujuran Anda!
(2) Itu merampas kepercayaan diri Anda di hadapan Tuhan. Alkitab berkata, ‘Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita… dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.’ (1 Yohanes 3:21–22)
(3) Anda berisiko terungkap. Ingat, ‘Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.’ (Amsal 12:19) Ketika orang mengetahui bahwa Anda berbohong, mereka kehilangan rasa hormat terhadap Anda, dan reputasi yang telah Anda bangun selama bertahun-tahun mengalami pukulan yang tidak dapat Anda pulihkan.
Paulus menuliskan: ‘Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu… harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu… yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.’ (Efesus 4:21–25)