Perhatikan nasihat Anda sendiri
Salomo memberitahu putranya: ‘Hai anakku, perhatikanlah hikmatku… bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua… Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya... lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran, mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku? Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan.”’ (Amsal 5:1–4, 8, 12–14)
Memberikan nasihat yang baik selalu lebih mudah daripada mengikutinya. Kehidupan Salomo membuktikan hal itu. Dia memberi tahu kita berulang kali dan dengan penuh keyakinan betapa tidak bijaksananya melakukan perzinahan. Namun ia gagal mengindahkan nasihatnya sendiri dan peringatan jelas dari Tuhan tentang ‘Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang.’ (Ul 17:17) Salomo mengawini tujuh ratus wanita. Dan apa hasilnya? ‘Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya.’ (1 Raja- raja 11:4)
Ini adalah pertanyaan yang menarik: Apakah alasan Salomo berbicara banyak mengenai hal ini adalah karena hal ini mewakili suatu bidang perjuangan dan kerentanan dalam kehidupannya sendiri? Terkadang, para pemimpin melakukan hal itu; mereka bersuara menentang kelemahan yang mereka lihat dalam kehidupan mereka sendiri. Satu hal yang pasti; Seandainya Salomo menuruti nasihat yang diberikannya kepada putranya, kisah hidupnya akan sangat berbeda. Jadi, kata untuk Anda hari ini adalah—perhatikan nasihat Anda sendiri.